Saturday, 23 January 2021

RESENSI DAN REVIEW: LOMBA MENULIS CERITA PENDEK 2006

 

Judul : 23 Naskah Terbaik: Lomba Menulis Cerita Pendek Tahun 2006
Pengarang :
PROGRAM KHUSUS
  1. M. Risman Halawa, dengan cerpen berjudul “Kisah yang Lain”.
  2. Sobri, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Vonis”.
  3. Drs. Askolani, dengan cerpen berjudul “Boven Digul”.
  4. M. Shoim Anwar, dengan cerpen berjudul “Di Bawah Matahari”.
  5. Herni Fauziah, dengan cerpen berjudul “Hujan Belum Akan Reda Berhentilah Menangis”.
  6. Yusmadi, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Mak Lon Gaseh”.
  7. Iwan Yusi, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Rangkahirang”.
PROGRAM REGULER
  1. Mezra Elisabeth Pellondou, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Manusia – Manusia Jendela”.
  2. Siti Aisyah, dengan cerpen berjudul “Awaludin dan Dolores”.
  3. Drs. Abdul Aziz, dengan cerpen berjudul “Pengaduan Burung”.
  4. Vivin Novianti, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Para di Para – Para”.
  5. Drs. Suheri, dengan cerpen berjudul “Balada Terbunuhnya Atmo Karpo (Cerita Pendek Berdasarkan Puisi W.S. Rendra)”.
  6. Dra. Erma Br. Ginting, dengan cerpen berjudul “Secercah Senyum Untuk Ibu”.
  7. Dra. Euis Sulastri, dengan cerpen berjudul “Eksekusi”.
  8. Bahar, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Titisan Timur di Hokaido”.
  9. Ida Royani, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Santet”.
  10. Drs. H. Hasanuddin, dengan cerpen berjudul “Kedamaian di Ulang Tahun Mama”.
  11. Saumu Choiriyah Wijayati, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Kasihmu di Mataku”.
  12. Tamar Saraseh, dengan cerpen berjudul “Orang – Orang yang Tercoret Namanya”.
  13. Drs. Hapazah, dengan cerpen berjudul “Peresean”.
  14. Dra. Susi Purwani, dengan cerpen berjudul “Sebuah Ultimatum”.
  15. Purwatiningsih, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Duka Tukirah”.
  16. Ramli A. Bangga, S. Pd, dengan cerpen berjudul “Kartika Juniarty”.
Penerbit         : DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, Direktorat Jenderal Manajemen 
                                  Pendidikan Dasar dan Menengah, Kegiatan Pembinaan Pendidikan Estetika
                                  Jakarta 2007.
Tempat terbit : Jakarta
Tebal buku : vii + 169 halaman
Warna Sampul : Hijau dan kuning
Tahun terbit : Maret 2007
Ukuran buku : 23, 5 x 17, 5 cm

    Membaca dan Menulis adalah sebuah tindakan dan kegiatan yang perlu dikembangkan dan dibudayakan. Penguasaan ilmu pengetahuan sejatinya lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar minat dan kemauan seseorang dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.

Resensi ini mengulas sinopsis salah satu cerpen dari 23 cerpen yang ada. Cerpen tersebut berjudul Di Bawah Matahari, ditulis oleh seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Beliau mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Al Hikmah, Jalan Kebonsari Eveka V Surabaya 60233. Beliau beralamat di Jalan Bumi Indah 26, Balongsari, Surabaya, Jawa Timur. Beliau adalah M. Shoim Anwar.

Di Bawah Matahari, cerpen yang mengandung unsur budaya Madura. Diceritakan terdapat seorang juragan sapi bernama Haji Durajak. Dia mempunyai beberapa pasang sapi kerapan. Haji Durajak berasal dari Pulau Sapudi. Ayahnya adalah seorang pedagang dan perekrut tenaga kerja yang sering bepergian ke Malaysia. Dia diajak pindah ketika berumur tiga belas tahun. Dari Pulau Sapudi itulah konon sejarah kerapan sapi dimulai. Dahulu, ketika para petani beristirahat saat mengerjakan sawah, mereka mengadu sapinya untuk berlari. Ini dipakai untuk mengisi waktu. Tradisi itu berkembang dan menyebar ke seluruh Madura dan sebagian Jawa Timur, bahkan sampai ke wilayah Bali. Hingga saat ini, Pulau Sapudi masih dipercaya sebagai penghasil sapi kerapan yang baik. Sebagian sapi yang dijadikan jago oleh Haji Durajak juga didatangkan dari sana.

Haji Durajak juga seorang juragan tembakau. Musim kemarau seperti ini banyak orang menjual tembakaunya. Ada empat orang bekerja di gudang Haji Durajak. Letak gudang berada di sebelah kiri rumah. Para petani lebih suka menjual tembakau pada Haji Durajak karena dibayar langsung dan cepat. Mereka tidak ingin dipermainkan oleh perwakilan pabrik rokok yang membuka pergudangan. Di samping sering mempermainkan harga, hasil pertanian penduduk itu lebih sering dihutang dahulu oleh pihak gudang. Kehadiran Haji Durajak sebagai tengkulak ternyata memakmurkan para petani tembakau.

Haji Durajak mempunyai seorang istri bernama Hajjah Rohmah, dua orang anak yang sudah berkeluarga, dan seorang anak angkat bernama Matraji. Matraji masih sekolah. Matraji mengabdikan diri kepada keluarga Haji Durajak sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu karena perahunya digulung ombak. Ia adalah anak sulung dari enam bersaudara. Ibunya melarang Matraji melaut karena tak ingin pengalaman buruk terulang. Ibu Matraji bekerja sebagai pedagang asongan di terminal bus.

Pekerjaan Matraji di rumah Haji Durajak memang banyak. Dia harus bangun pagi – pagi. Usai dari surau, dia langsung memanaskan air, ikut membantu mengeluarkan sapi, membersihkan kandang, memandikan dan membilas sapinya dengan air hangat, setelah itu memberinya rumput. Pekerjaan berikutnya adalah membersihkan sangkar – sangkar perkutut serta mengntrol makan dan minumnya. Barulah setelah itu dia mempersiapkan diri untuk sekolah. Sore hari dia ikut melatih sapi – sapi di lapangan atau mencari rumput. Urusan sekolah dan mengaji dikerjakan setelah salat maghrib.

Matraji sangat senang di rumah Haji Durajak, dia bisa makan sampai kenyang, uang saku dan biaya sekolah tercukupi. Dia lincah dan bertubuh kecil sehingga cocok untuk penunggang sapi. Dua penunggang lainnya yang ikut Haji Durajak, Mustopa dan Mukri, tubuhnya sudah terlalu besar sehingga bisa memberatkan sapi. Mereka hanya cocok untuk latihan saja, sedangkan saat bertanding, Matraji yang paling pas jadi jokinya.

Pertandingan kerapan sapi pun dimulai. Matraji dan Haji Durajak dengan pasangan sapinya “Joko Tole” masuk ke babak final. Terdapat dua pasang sapi lainnya yang masuk ke babak final, yaitu “Potre Koneng” milik Haji Rohman dan “Kek Lessap” milik Haji Sarbini.

Para penonton minggir dan berusaha mencari perlindungan dari sengatan matahari. Udara di lapangan yang gersang terasa mendidih. Matahari menancap tegak lurus di atas ubun – ubun. Angin kering dari arah tenggara sesekali berhembus di lapangan. Para penonton menunggu mulainya babak final yang bertarung memperebutkan kehormatan sebagai sang juara.

Dulrokim, perawat “Joko Tole” bergegas mengambil jamu ketika air liur sapi Haji Durajak terlihat menetes – netes. Jamu tersebut dimasukkan ke dalam bumbung dari bambu. Moncong sapi itu diarahkan ke atas dan bumbung yang berisi jamu itu diminumkan ke sapi Haji Durajak. Ramuan yang terdiri atas anggur, arak, gingseng, telur, jahe, cuka, kopi, madu, air cabai, kunyit, dan air kelapa ini membuat tubuh sapi terlihat lebih aktif.

Haji Durajak juga memanggil orang pintar untuk memagari “Joko Tole” dari segala macam santet. Lelaki tua berbaju hitam itu melaksanakan tugas untuk menolak segala bala yang bisa mengganggu “Joko Tole”. Tangan lelaki tua itu menggenggam garam dan ditabur keliling lapangan.

Panitia mengumumkan bahwa babak final segera dimulai. Panitia berdiri pada garis pemberangkatan dan juri berada di garis akhir. Babak final pun dimulai. Semua tegang dan bersorak – sorak mendukung jagoannya masing – masing. Ketiga pasangan sama hebatnya dan sama kuatnya. Mereka saling menyusul. Saat mendekati garis akhir, “Joko Tole” dan “Potre Koneng” di depan sedangkan “Kek Lessap” berada di belakang. Panitia mengumumkan tidak ada yang lebih dahulu melewati garis akhir dan menyatakan bahwa pertandingan draw. Tentu saja hal itu mengecewakan para penonton.

Tiba – tiba ada seorang wartawan yang menonton dengan merekam pertandingan dari awal hingga akhir. Ia akan memutar rekaman dengan adegan lambat. Semua peserta setuju dengan keputusan wartawan itu. Wartawan membenahi peralatannya. Ia mulai menekan tombol pada kamera. Semua mata tertuju pada kamera. Adegan lambat telah berjalan. Kedua pasang sapi tampak bergerak lambat. Makin mendekat garis akhir dan “Potre Koneng” yang lebih dahulu melewati garis akhir. Semua pendukung bersorak lega. Haji Durajak dan Haji Rohman saling bersalaman dan menepuk pundak. Mereka sadar, membangun persaudaraan dan kesatuan memang yang utama, sedangkan kalah menang tidak menjadi masalah.

Buku Kumpulan Cerpen ini tidak dijual untuk umum tapi didistribusikan ke perpustakaan – perpustakaan sekolah dengan harapan akan menambah jumlah koleksi buku – buku bacaan sastra yang telah ada. Buku ini bagus karena dapat menambah inspirasi bagi para siswa. Buku ini juga berdampak baik pada kebiasaan siswa, yaitu meningkatkan kebiasaan menulis dan membaca. Kisah – kisah inspiratif yang dipaparkan oleh pengarang pun dapat menambah wawasan pembaca.

Akan tetapi, ada beberapa kekurangan dalam buku ini. Cover buku ini tidak menarik karena hanya terdapat tulisan dan gambar ‘tangan’. Seharusnya, cover dibuat menarik karena cover sangat penting. Cover dapat menarik hati pembaca untuk kali pertamanya sebelum pembaca membaca judul buku. Di dalam buku ini juga terdapat kekurangan yang lainnya. Kekurangan tersebut berupa kesalahan dalam menulis. Buku ini memang sudah disunting seperti yang telah dipaparkan Dr. Bambang Indriyanto, M. Sc, “Setelah dikumpulkan dan disunting, buku tersebut lantas diterbitkan menjadi buku yang enak dibaca.” Akan tetapi, masih terdapat banyak kesalahan dalam menulis walaupun sudah disunting, terutama dalam menulis judul cerpen. Seperti kata ‘yang’ dan ‘di’ pada judul, diawali dengan huruf kapital. Seharusnya kata hubung seperti ‘yang’ dan ‘di’ pada judul, diawali huruf kecil. Contoh lain adalah kesalahan menulis karena tidak sesuai dengan aturan EYD, seperti ‘cabai’ ditulis ‘cabe’, ‘telur’ ditulis ‘telor’, ‘hutang’ ditulis ‘utang’, ‘dahulu’ ditulis ‘dulu’, dan masih banyak lagi. Beberapa cerpen di dalam buku ini juga memuat kata – kata yang tidak dimengerti para pembaca karena menggunakan bahasa daerah. Keterangan dari bahasa daerah tersebut terdapat di akhir cerpen, bukan di bagian paling bawah setiap halaman. Hal ini tentu akan menyulitkan para pembaca dalam mencari arti kata yang tidak dimengerti. Selain itu,  tidak semua judul dalam 23 Naskah Terbaik ini singkat, jelas, dan menarik. Hal ini disebabkan penggunaan kata dalam memilih judul tidak komunikatif. Untuk mengerti arti dari judul tersebut, pembaca harus membaca cerpen itu sampai akhir terlebih dahulu. Seperti “Boven Digul” dan “Mak Lon Gaseh”.

Buku kumpulan cerpen ini dapat memotivasi para siswa untuk meningkatkan kebiasaan menulis dan membaca. Dengan buku ini juga, para siswa akan mendapat banyak inspirasi untuk mengembangkan kebiasaan menulis dan membacanya.

Friday, 22 January 2021

STRIKTUR URETRA

PENDAHULUAN

Uretra anterior adalah bagian uretra yang dibungkus oleh korpus spongiosum penis. Uretra anterior terdiri atas :

  • Pars bulbosa
  • Pars pendularis
  • Fossa navikulare
  • Meatus uretra eksterna
Didalam lumen uretra anterior terdapat beberapa muara kelenjar yang berfungsi dalam proses reproduksi, yaitu kelenjar Cowperi berada didalam diafragma urogenitalis  bermuara diuretra pars bulbosa, serta kelenjar Littre yaitu kelenjar para uretralis yang  bermuara di uretra pars pendularis. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi atau mengitari uretrha posterior dan disebelah proximalnya berhubung dengan buli-buli, sedangkan  bagian distalnya kelenjar prostat ini menempel pada diafragma urogenital yang sering disebut sebagai otot dasar punggul. Kelenjar ini pada laki-laki dewasa kurang lebih sebesar buah kemiri atau jeruk nipis. Ukuran, panjang sekitar 4-6 cm, lebar 3-4 cm, dan tebalnya kurang lebih 2-3 cm, beratnya sekitar 20 gram.

Prostat terdiri dari :

  • Jaringan kelenjar < 50- 70%
  • Jaringan stroma (penyangga)
  • Kapsul/muscule
Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang banyak mengandung enzim yang  berfungsi untuk pengenceran sperma setelah mengalami koagulasi (pengumpalan) di dalam testis yang membawa sel-sel sperma. Pada waktu orgasme otot-otot di sekitar  prostat akan bekerja memeras cairan prostat keluar melalui uretrha. Sel-sel sperma yang dibuat di dalam testis akan ikut keluar melalui uretra. Jumlah cairan yang dihasilkann meliputi 10-30% dari ejakulasi. Kelainan pada  prostat yang dapat mengganggu proses produksi adalah keradangan (prostatitis). Kelainan yang lain seperti pertumbuhan yang banormal (tumor) baik jinak maupun ganas, tidak memegang peranan penting pada proses reproduksi tetapi lebih berperan pada terjadinaya gangguan aliran kencing. Kelainan yang disebut belakangan ini manifestasinya biasnya  pada laki-laki usia lanjut.

ETIOLOGI

Etiologi striktur uretra dibagi menjadi 3 jenis :

  • Striktur uretra kongenital: Striktur ini bisanya sering terjadi di fossa navikularis dan pars membranase, sifat striktur ini adalah stationer dan biasanya timbul terpisah atau bersamaan dengan anomalia sakuran kemih yang lain.
  • Striktur uretra traumatik: Trauma ini akibat trauma sekunder seperti kecelakaan, atau karena instrumen, infeksi, spasmus otot, atau tekanan dari luar, atau tekanan oleh struktur sambungan atau oleh pertumbuhan tumor dari luar serta biasanya terjadi pada daerah kemaluan dapat menimbulkan ruftur urethra, Timbul striktur traumatik dalam waktu 1 bulan. Striktur akibat trauma lebih progresif daripada striktur akibat infeksi. Pada ruptur ini ditemukan adanya gross hematuria.
  • Striktur akibat infeksi Struktur ini biasanya sissebabkan oleh infeksi veneral. Timbulnya lebih lambat daripada striktur traumatic.

Gejala klinis terdiri dari:

  • Keluhan berupa kesukaran dalam BAK
  • Pancaran air BAK kecil, lemah, bercabang
  • Menetes dan sering di sertai dengan mengejan, biasanya karena ada retensi urin timbul gejala-gejala sistitis

Gejala ini timbul perlahan-perlan selama beberapa bulan atau bertahun-tahun apabila sehari keadaannya normal kemudian satu hari timbul tiba-tiba pancaran kecil dan lemah tidak dipikirkan striktur urethra tapi dipikirkan kearah batu buli-buli yang turun ke urethra. Dapat terjadi pembengkakan dan getah/nanah dari daerah perineum, scrotum dan kadang-kadang dapat juga didapat adanya bercak-bercak darah dicelana dalam, dicurigai adanya infeksi sistemik .

Patofisiologi

Striktur uretra adalah penyempitan lumen uretra akibat adanya jaringan perut dan kontraksi. Striktur uretra dapat terjadi secara terpisah ataupun bersamaan dengan anomali saluran kemih yang lain. Adapula Cedera uretral (akibat insersi peralatan bedah selama operasi transuretral, kateter indwelling, atau prosedur sitoskopi), Cedera akibat peregangan, Cedera akibat kecelakaan, Uretritis gonorrheal yang tidak ditangani, Infeksi, Spasmus otot dan tekanan dai luar misalnya pertumbuhan tumor

Pemeriksaan

  1. Anamesis yang lengkap. Dengan anamnesis yang baik, diagnosis striktur urethra mudah ditegakkan.
  2. Inspeksi: Meatus, ekstermus yang sempit, pembengkakan serta fistula (e) didaerah penis, skrotum, perineum dan suprapubik.
  3. Palpasi: Teraba jaringan parut sepanjang perjalalanan urethra, anterior pada bagian ventral dari penis, muara fistula (e) bila dipijat mengeluarkan getah / nanah.
  4. Colok dubur
  5. Kateter lunak (lateks) akan ditemukan adanya hambatan
  6. Untuk Kepastian diagnosis dapat ditegakkan dan dipastikan dengan uretrosistografi, uretoskopi kedalam lumen urethra dimasukkan dimana kedalam urethra dimasukkan dengan kontras kemudian difoto sehingga dapat terlihat seluruh saluran urethra dan  buli-buli. dan dari foto tersebut dapat ditentukan :
    • Lokalisasi striktur: Apakah terletak pada proksimal atau distal dari sfingter sebab ini penting untuk tindakan operasi.
    • Besarnya kecilnya striktur  
    • Panjangnya striktur
    • Jenis striktur
  7. Bila sudah dilakukan sistomi : bipolar-sistografi dapat ditunjang dengan flowmetri 
  8. Pada kasus-kasus tertentu dapat dilakukan IVP, USG, (pada striktura yang lama dapat terjadi perubahan sekunder pada kelenjar prostat,/batu/perkapuran/abses prostat/infeksi.


RESENSI DAN REVIEW NOVEL: AYAT - AYAT CINTA

 

Judul buku : Ayat – Ayat Cinta
ISBN : 979-3604-02-6
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penyunting : Anif Sirsaeba A.
Desain Cover : Abdul Basith El Qudsy
Desain isi : Abdul Basith El Qudsy

Penerbit         :
  1. Republika
  2. Pesantren Basmala Indonesia
Tempat terbit :
  1. Penerbit Republika: Jalan Pejaten Raya Nomor 40 Jati Padang Jakarta Selatan.
  2. Pesantren Basmala Indonesia: Jalan Raya Ngaliyan-Boja Km 2, Kompleks Perumahan Bank Niaga Blok B-9 Ngaliyan, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Telefax: +62 24 7615434. Email: basmala_indo@yahoo.com
Tebal buku : 419 halaman
Warna Sampul : Kuning
Tahun terbit : April 2008
Cetakan buku : Cetakan XXXVI
Ukuran buku : 20, 5 x 13, 5 cm

Ayat – Ayat Cinta merupakan sebuah novel pembangun jiwa yang ditulis oleh novelis terkenal Habiburrahman El Shirazy. Sejak kecil Habiburrahman El Shirazy atau biasa disebut Kang Abik sudah mendapat pendidikan agama yang lebih, beliau belajar di Pondok Pesantren Al Alwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan KH. Abdul Bashir Hamzah. Selain itu, beliau juga bersekolah di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen dan MAPK Surakarta. Novelis Habiburrahman El Shirazy melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas Al-Azhar, Cairo dan selesai pada tahun 1999. 

Pada masa remaja, Kang Abik mulai senang menulis. Karyanya pernah menghiasi beberapa koran dan majalah, baik lokal maupun nasional, seperti Solo Pos, Republika, Annida, Saksi, Sabili, Muslimah, dll. Semasa di SLTA, beliau pernah menulis naskah teatrikal puisi berjudul “Dzikir Dajjal” sekaligus menyutradarai pementasannya. Selain itu, prestasi pun banyak diraihnya, seperti lomba menulis, pidato, KIR, dan baca puisi.

Berikut beberapa karya Habiburrahman El Shirazy baik yang sudah diterbitkan maupun yang belum, Ketika Cinta Berbuah Surga, Pudarnya Pesona Cleoparta, Di Atas Sajadah Cinta, Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Dalam Mihrab Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Ayat – Ayat Cinta.

Novel Ayat – Ayat Cinta, bermula dari seorang pemuda Indonesia yang bersekolah di Al-Azhar University, Cairo, Mesir. Ia bernama Fahri bin Abdullah Shiddiq. Fahri tinggal di sebuah flat bersama 4 orang temannya yang juga mahasiswa Al-Azhar dari Indonesia. Mereka adalah Saiful, Rudi, Hamdi, dan Mishbah. Fahri merupakan salah satu murid dari Syaikh Utsman Abdul Fattah. Bersama Syaikh Utsman, Fahri mempelajari qiraah Sab’ah dan ushul tafsir. Jadwalnya mengaji pada Syaikh seminggu dua kali, yaitu hari Minggu dan Kamis. Beliau selalu datang tepat waktu, tak kenal cuaca dan musim. Begitu pun Fahri, ia tetap datang selama masih mampu menempuh perjalanan sampai ke Shubra, meskipun panas membara dan jarak yang ditempuh sekitar 50 km lebih jauhnya.

Fahri sudah tujuh tahun tinggal di Mesir. Ia tinggal bersama empat temannya di sebuah flat yang sederhana. Mereka tinggal di flat lantai bawah, sedangkan lantai yang tepat di atas flat Fahri, ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik. Mereka adalah Tuan Boutros Rafael Girgis, Madame Nahed, dan dua orang anak, Maria dan Yousef. Mereka merupakan keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Walaupun berbeda keyakinan, mereka sangat sopan dan menghormati Fahri dan teman – temannya yang sedang belajar di Al Azhar. Fahri juga sangat akrab dengan Maria tapi ia menyebutnya gadis aneh. Walaupun Maria adalah seorang nasrani, ia dapat melantunkan dua surat Al Quran di luar kepala. Ia dapat melantunkan surat Maryam dan Al Maidah dengan baik dan benar. Menurut pengakuaannya sendiri, ia paling suka mendengar suara azan, tapi pergi ke gereja tidak pernah ia tinggalkan.

Pada saat Fahri di dalam metro dengan tujuan hendak ke Shubra untuk belajar dengan Syaikh Utsman, ada tiga bule yang masuk ke Metro. Mereka tampak pucat, mungkin karena kepanasan. Orang – orang Mesir yang melihat kurang simpati dan tidak senang karena pakaian mereka yang sangat tidak sopan. Mereka tidak mendapatkan tempat duduk. Oleh karena itu, seorang perempuan bercadar mempersilakan mereka untuk duduk. Akan tetapi, orang – orang Mesir tidak menyukai tindakan perempuan tersebut. Terjadilah pertengkaran sengit. Fahri membela perempuan itu dari hasutan orang – orang mesir. Setelah Fahri menjelaskan kepada mereka, lalu mereka minta maaf. Ketegangan pun menurun. Perempuan bercadar itu bernama Aisha. Aisha juga mengucapkan terima kasih pada Fahri. Aisha adalah gadis keturunan Jerman yang sedang study di Mesir.

Saat fahri merayakan kelulusannya dengan makan ayam bakar bersama – sama di atas flat, tiba – tiba mereka melihat seorang gadis diseret oleh seorang lelaki hitam dan ditendangi tanpa ampun. Mereka mengenal gadis bernama Noura itu. Ia jadi bulan – bulanan kekerasan ayahnya dan dua kakaknya. Entah mengapa ibunya tidak membelanya. Noura memang bukan keluarga kandung mereka. Fahri meminta Maria untuk membawa Noura masuk dan tinggal untuk sementara di flat Maria. Keesokkan harinya, Noura dibawa ke tempat yang lebih aman dan akhirnya ia dapat bertemu dengan orang tua aslinya. Walau dipendam, Noura menyimpan rasa dengan Fahri.

Ketika hari ulang tahun Madame Nahed, Fahri dan teman – temannya memberikan bingkisan untuk Madame Nahed. Sebagai balas budi, Madame Nahed dan keluarga mengajak Fahri dan teman – temannya untuk makan malam di sebuah restoran yang mewah. Dari awal, keluarga tuan Boutros dengan Fahri dan teman – temannya memang sudah sangat akrab.

Seusai belajar dengan Syaikh Utsman, Syaikh Utsman menanyakan pada Fahri tentang jodohnya. Apabila Fahri siap, Syaikh Utsman akan mengenalkan calon istri Fahri pilihan dari Syaikh Utsman. Fahri akan dikenalkan dengan calon istrinya setelah salat Jumat besok. Tanpa disadari, fahri terkejut karena calon istrinya adalah Aisha. Rasa cinta Aisha mulai tumbuh sejak ia bertemu dengan Fahri di metro. Ia meminta paman Eqbal untuk membantu menjodohkannya dengan Fahri. Paman Eqbal memang sudah akrab dengan Fahri dan Syaikh Ustman. Fahri pun juga sudah sangat dekat dengan kedua anak paman Eqbal, Amena dan Hasan. Mereka dipertemukan di rumah Sayikh Utsman. Ketika Aisha membuka cadarnya, wajah putih bersih mengejutkan Fahri. Bulu mata yang lentik menambah indah kecantikan Aisha. Mereka siap untuk menikah.

Mendengar pernikahan Fahri, Nurul sangat kecewa. Nurul juga seorang mahasiswa Al Azhar dari Indonesia. Ia adalah anak dari Kyai Besar di Jawa. Wajahnya juga sangat cantik dan menawan. Bibi Nurul sempat datang ke rumah Fahri untuk menjelaskan bahwa Nurul sangat mencintai Fahri. Fahri pun menitikkan air mata. Semuanya sudah terlambat karena Fahri akan segera menikah dengan Aisha, gadis keturunan Jerman – Palestina.

Seminggu setelah itu, pernikahan Fahri dengan Aisha berlangsung. Mereka tinggal di sebuah apartemen yang sangat mewah, di dekat sungai Nil. Kemudian Fahri mendapat kejutan dari Maria dan Yousef. Mereka datang untuk memberikan kado pernikahan. Akan tetapi, Maria tidak seperti biasanya, ia tampak sedih dan murung dengan muka pucat pasi. Fahri berpikir mungkin karena kelelahan setelah perjalanannya. Padahal, Maria murung karena ia kecewa, sepulang dari liburannya ia mendengar kabar bahwa Fahri sudah menikah dengan Aisha. Maria kecewa karena ia juga mencintai seorang Fahri. Ia mengagumi kegigihan Fahri.

Tidak lama kemudian, Fahri ditangkap polisi karena harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap Noura. Kedua orang tua Noura menggertak Noura untuk mengaku siapa sesungguhnya ayah dari bayi yang ada di kandungannya dan terpaksa ia berbohong kepada semua orang. Noura mengatakan bahwa janin yang dikandungnya adalah anak Fahri. Satu – satunya saksi kunci yang dapat membebaskan Fahri dari fitnah tersebut adalah Maria karena Maria yang bersama Noura malam itu dan menginap di rumah Maria bukan di rumah Fahri.

Saat itu juga Maria dalam kondisi koma. Ia jatuh sakit karena cintanya yang tak sampai. Atas desakan dari Aisha, Fahri pun menikahi Maria dengan cara Islam. Semoga saja Maria dapat sadar dan menjadi saksi di dalam persidangan. Harapan itu pun terwujud. Maria sadar dan bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Ternyata yang memperkosa Noura adalah Bahadur lelaki hitam yang dahulu sering menganiaya Noura.

Setelah itu, Maria koma kembali. Maria mimpi bahwa ia sudah meninggal tetapi tidak dapat masuk surga karena ia tidak ada pada jalan Allah. Ia bertemu dengan Maryam. Dalam mimpinya pula, Maryam menasihati Maria supaya ia berwudlu kemudian salat dan membaca sahadat. Maria pun tesadar, dan menceritakan semuanya. Dengan bantuan Aisha, Maria berwudlu kemudian membaca sahadat. Dengan tenang, ia meninggal sebagai seorang mualaf. Aisha dan Fahri merasa lega, mereka hidup bahagia dengan anak mereka yang ada di rahim Aisha. Sungguh luar biasa perjalanan cinta Fahri.

Ayat – Ayat Cinta adalah sebuah novel pembangun jiwa yang sangat bagus dan menyentuh. Novel ini mengandung unsur politik, budaya, religi, bahasa, dan cinta. Kang Abik menceritakan Islam yang begitu dalam dengan cinta yang menghiasinya. Dengan latar budaya Timur Tengah, Habiburrahman El Shirazy dapat menggambarkan budaya Timur Tengah dengan jelas dan sangat hidup, sehingga pembaca seakan dapat merasakan sendiri suasana Mesir. Novel ini juga sangat romantis dengan perjalanan dan perjuangan cinta seorang mahasiswa Al-Azhar dari Indonesia. Dari novel ini juga, para pembaca dapat mengerti bagaimana cinta dalam Islam dan mengerti hukum – hukum Islam yang menjelaskan tentang cinta.

Tulisan dalam novel ini menggunakan bahasa yang baik sehingga dapat dimengerti para pembaca. Akan tetapi, beberapa bahasa yang digunakan menggunakan gaya bahasa hiperbola. Selain itu, novel ini juga belum dilengkapi daftar isi. Seharusnya novel ini dilengkapi dengan daftar isi setiap bab atau mozaik.
Ayat – Ayat Cinta mengajak kita untuk lebih berhati – hati dalam bertindak supaya tindakan tersebut tidak dapat menjerumuskan kita ke dalam panasnya api neraka. Dakwah Habibburrahman El Shirazy tidak sia – sia dengan adanya novel Ayat – Ayat Cinta yang fenomenal ini.

Thursday, 21 January 2021

FRAKTUR COLLES (PATAH TULANG PERGELANGAN TANGAN)

Distal Radial Fracture

DEFINISI

  • Fraktur distal radius termasuk paling sering dari seluruh fraktur lengan bag. bawah dan mengambil 16 % dari seluruh fraktur pda bagian tubuh.
  • Jenis fraktur :
    • Colles
    • Smith
    • Barton
    • Hutchinson
    • Chauffeur’s
    • Radial styloid fracture
    • Galeazzi fracture
  • Fraktur Colles dideskripsikan oleh Abraham Colles tahun 1814 adalah fraktur transverse dari radius di bagian atas sendi pergelangan dengan displacement dari fragmen distal. 
  • Sangat umum pada orang tua, terutama wanita dengan riwayat jatuh dengan tangan menahan. (dikaitkan dengan postmenopausal osteoporosis
  • Disebut sebagai “dinner fork” / “bayonet” fracture
  • Awalnya fraktur colles memiliki kriteria 
    • Transverse fracture of the radius
    • 2.5 cm (0.98 inches) proximal to the radio-carpal joint
    • Dorsal displacement and dorsal angulation, together with radial tilt
  • Sekarang digunakan untuk menggambarkan fraktur apapun pada distal radius dengan / tidak dengan keikutsertaan Ulna, dengan dorsal displacement dari fragmen fraktur.
  • Fraktur Smith – disebut juga sebagai reverse colles

ETIOLOGI

  • Disebabkan paling sering (FOOSH) “Fall Onto an Outstreched Hand”
  • Direct impact

CLINICAL APPEARANCE

  • Pada pergelangan terdapat nyeri edema krepitasi, deformitas  / ecchymosis
  • Bentuk hasil akhir fraktur “dinner fork” / “bayonet”
  • Dapat diklasifikasikan menurut masing-masing klinisi, dan klasiffikasi harus dapat memenuhi kriteria untuk menentukan treatment, prognosis long-term dan fungsional setelah treatment
  • Salah satunya adalah Universal Classification of Distal Radial Fractures. (1990)

FRACTURE

  • Pemeriksaan fisik assesmen ABC
  • Pemeriksaan status lokalis : Look, Feel, Movement
  • Pemeriksaan penunjang : X-ray 
  • Posteroanterior: Radial height - Pengukuran antar 2 garis perpendicular dengan axis radial. 1 garis di Tarik dari permukaan artikulasi radius, 1 garis lagi dari proc. Styloid radius. Normalnya 9,9 – 17,3 mm. bila < dari 9 mm pada orang dewasa, maka dapat dikatan ada comminuted / impacted fracture di distal radius. Perbandingan terdapat sisi radius contralateral disarankan bila tidak yakin.
  • Radial Inclination: Pengukuran sudut radial. Dengan menarik garis dari permukaan sendi radius secara perpendicular terhadap aksis radius. Lalu Tarik garis tangensial  dari proc. Styloid ke pojok ulna di fossa lunata.
  • Oblique : melihat adanya keterlibatan intra-articular yang tidak terlihat di pa/ lateral
FRAKTUR COLLES

  • Fraktur distal radius yang paling sering.
  • 50 – 60 % fraktur colles terassosiasi dengan ulnar styloid fracture, dan harus dilakukan investigasi ada tidaknya robek dari triangular fibrocartilage (TFC).
  • Diagnosis :
    • Dorsal tilt
    • Radial shortening
    • Loss of ulnar inclination≤
    • Radial angulation of the wrist
    • Dorsal displacement of the distal fragment
    • Comminution at the fracture site
  • Associated fracture of the ulnar styloid process in more than 60% of cases.
  • Pemeriksaan radigrafi fokus pada arah, keparahan displacement dan angulasi, comminution, intra articular involvement (radiocarpal / radioulnar)
  • Management :
    • Bila tidak ada displacement / sedikit
    • dorsal splint – 1 hingga 2 hari hingga bengkak hilang, lalu pakai cast.
    • X-ray 10 – 14 hari : evaluasi apakah slip / tidak, bilas slip maka orif, bila tidak 4 minggu gips bsa dilepas.
    • Displaced :
      • Di reduksi dalam anesthesia : tangan di genggam lakukan traksi (sometimes with extension of the wrist to disimpact the fragments).
      • Fragmen distal di dorong dari dorsum dengan pergelangan fleksi, ulnar deviasi dan pronasi : cek X-ray.
      • Bila hasil memuaskan, pasang dorsal slab dari dibawah elbow hingga leher metacarpal, 2/3 memutar pergelangan
      • Hindari fleksi berlebihan dari ulnar deviasi
      • Lengan di biarkan terangkat selama 1 – 2 hari, lanjutkan latihan menggerakkan jari-jari.
      • 7 – 10 hari lakukan x-ray, re-displacement hal biasa dan harus segera di treatment
      • Khusus pada elder dengan fungsional yang tidak begitu dibutuhkan lagi, maka tidak perlu hingga sempurna sceara anatomis, displacement sedikit masi diperbolehkan dan fiksasi pada tulang yang rawan patah sangat sulit.
      • Fraktur menyambung sekitar 6 minggu.
    • Impacted / comminuted fracture :
      • Pada osteoporotic bone, manipulasi, plaster immobilization terkadang tidak cukup.
      • Diperlukan pemasangan percutaneous wires.
      • Plate fixation juga bisa (volar locking plate) – depan radius lewat dasar flexor carpi radialis.

Prognosis

  • Prognosis baik untuk older age group dengan kebutuhan fungsional yang lebih rendah.
  • Derajat displacement yang diperbolehkan tergantung dari faktor : Umur, faktor komorbid, kebutuhan fungsional, kualitas tilang.

Complications of the Colles fracture 

Early :

  • Gangguan Sirkulasii
  • Luka pada saraf : jarang krna luka langsung, tpi kompresi nervus medianus biasa.
  • Reflex sympathtetic dystrophy
  • TFFC (triangular fibrocartilage complex) injury

Late :

  • Malunion : karena reduksi tidak lengkap / displacement yang terlewat
  • Delayed union / non-union : non-union radius jarang
  • Siffness :
    • Tendon rupture : extensor pollicis longus
    • compressive neuropathy
    • posttraumatic arthrosis
    • Volkmann ischemic contracture
    • acute carpal tunnel syndrome
    • shoulder-hand syndrome.

FRAKTUR SMITH

  • Disebabkan oleh tenaga / impact dari dorsum tangan yang mengakibatkan hiperfleksi / hipersupinasi injury.
  • Fragmen distal fraktur terdisplacement volarly. Biasa disebut “Garden-spade deformity”. Ulnar head dapat juga terdisplace ke dorsal.
  • Klasifikasinya : Thomas Classification of Smith Fracture

BARTON FRACTURE

  • A Barton's fracture is an intra-articular fracture of the distal radius with dislocation of the radiocarpal joint.
  • There exist two types of Barton's fracture – dorsal and palmar, the latter being more common. 
  • The Barton's fracture is caused by a fall on an extended and pronated wrist increasing carpal compression force on the dorsal rim.
  • Intra-articular component distinguishes this fracture from a Smith's or a Colles' fracture. 
  • Treatment of this fracture is usually done by open reduction and internal fixation with a plate and screws, but occasionally the fracture can be treated conservatively.

GALLEAZI FRACTURE :

  • The Galeazzi fracture is a fracture of the radius with dislocation of the distal radioulnar joint.
  • Galeazzi fractures account for 3-7% of all forearm fractures.
  • The etiology of the Galeazzi fracture is thought to be a fall that causes an axial load to be placed on a hyperpronated forearm.
  • Galeazzi fractures are best treated with open reduction of the radius and the distal radio-ulnar joint.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: KONSTITUSI

Tata urutan peraturan perundang – undangan menurut UU No. 10 Tahun 2004:

  1. UUD 1945
  2. Undang – undang/Perpu
  3. Peraturan Pemerintah
  4. Peraturan Presiden
  5. Pertaturan Daerah

Hubungan dasar negara dengan konstitusi

Dasar negara adalah norma hukum tertinggi suatu negara. Sebagai norma – norma di bawahnya, konstitusi adalah salah satu norma hukum di bawah dasar negara, sehingga konstitusi bersumber pada dasar negara. Norma di bawah dasar negara tidak boleh bertentangan dengan norma dasar. Isi norma bertujuan mencapai cita – cita yang terkandung dalam dasar negara merupakan cita – cita hukum negara. Menurut Hamid s. Attamini, dasar negara atau cita – cita hukum sebagai norma hukum tertinggi mempunyai fungsi:

  • Fungsi regulatif yaitu: sebagai tolak ukur untuk menguji apakah norma hukum yang berlaku di bawah dasar negara tersebut bertentangan dengan dasar negara atau tidak.
  • Fungsi konstitutif yaitu: sebagai pembentuk hukum bahwa tanpa dasar negara tersebut maka norma hukum dibawahnya akan kehilangan makna sebagai hukum.

Dengan demikian jelas bahwa Pancasila adalah dasar negara yang merupakan sumber hukum dasar bagi penyusunan peraturan perundang –undangan negara. Sedangkan UUD 1945 adalah peraturan perundang – undangan tertinggi negara Indonesia yang bersumber pada Pancasila.

Sifat Konstitusi:

  1. Fleksibel (luwes), artinya konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu – waktu sesuai perkembangan masyarakat atau zaman.
  2. Rigit (kaku), artinya konstitusi itu sulit untuk diubah atau diadakan perubahan. Contohnya: Konstitusi Amerika, Kanada, Jerman.
  3. Pengertian konstitusi menurut OLIVER CROMWEL  UUD itu merupakan undang – undang yang dibuat sebagai pegangan untuk memerintah. Menurut pengertian konstitusi dan UUD itu sama.

Secara umum, fungsi konstitusi di setiap Negara adalah

  1. Membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggara kekuasaan negara tidak sewenang – wenang.
  2. Melindungi hak – hak warga negara.

Menurut Strong dalam bukunya “Moderen Politikal Constitution” suatu konstitusi dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Konstitusi tertulis yaitu konstitusi atau suatu konstitusi yang disusun berupa naskah (dokumentary konstitution)
  2. Konstitusi tidak tertulis yaitu suatu konstitusi yang di susun tidak berupa naskah (non documentary constitution) yang banyak dipengaruhi oleh tradisi dan Konvensi.

Penggunaan istilah konstitusi dalam teori dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Konstitusi dalam istilah politik, konstitusi dalam kategori ini semata – mata merupakan sebuah dokumen hukum yang berisi pasal – pasal yang mengandung norma – norma dasar dalam penyelenggaraan negara, hubungan antara rakyat dengan negara, atau antar lembaga negara.
  2. Konstitusi dalam istilah sosial, konstitusi dalam kategori ini lebih luas daripada sekadar dokumen hukum karena mengandung cita – cita sosial bangsa rumusan filosofis tentang negara sistim sosial, sistem ekonomi, serta sistem politik yang ingin dikembangkan oleh bangsa itu.

Hukum Dasar tidak tertulis (Konvensi)

Kumpulan Jawaban Hukum dasar tidak tertulis (konvensi) adalah aturan – aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Misalnya: pidato kenegaraan presiden yang dilakukan setiap tanggal 16 Agustus. Dalam konstitusi UUD 1945, secara tertulis tidak ada pasal yang mengatur tentang hal itu.

  • Merupakan pelengkap dari hukum dasar tertulis.
  • Terjadi berulang kali namun di terima olek masyarakat.
  • Yang tidak di atur secara jelas.
  • Hanya terjadi pada tingkat nasional, katena konvensi adalah aturan yang tidak tertulis.
Empat muatan konstitusi menurut Mariam Budiharjo

  1. Organisasi negara, misalnya pembagian kekuasaan badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
  2. Hak asasi manusia.
  3. Prosedur mengubah konstitusi.
  4. Memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari konstitusi.
Muatan konstitusi yang terdapat dalam UUD 1945 antara lain:

  1. Kekuasaan dan identitas negara.
  2. Kelembagaan dan hubungan antar lembaga.
  3. Garis – garis besar, fungsi, tugas, dan wewenang lembaga negara.
  4. Hubungan antara negara dengan warga negara atas hak dan kewajibannya.
  5. Cita – cita negara.
  6. Aturan tambahan dan aturan peralihan.


GEGURITAN : MATERI BAHASA JAWA

Geguritan = gurita = grita = gita. Geguritan iki kawiwitan saka carita Bharatayuda, Pendawa lawan Kurawa. Nalika senopatine Pendawa yaiku Bh...